Minggu, 31 Oktober 2010

Hacker Terseksi Sedunia Diancam 40 Tahun Bui

Svechinskaya menjadi otak pencurian uang senilai US$35 juta dari rekening bank di Amerika
Kamis, 14 Oktober 2010, 08:10 WIB
Elin Yunita Kristanti, Iwan Kurniawan
(Daily Mail)

VIVAnews -- Siapa yang mengira dibalik kecantikan dan otak encernya, Kristina Svechinskaya menjadi dalang pencurian uang senilai US$35 juta dari rekening bank di Amerika Serikat. Modusnya, dengan menggunakan virus komputer.

Berkat kelakuannya, ia mendapat predikat 'hacker paling seksi sedunia'. Ia bahkan disejajarkan dengan mata-mata cantik, Anna Chapman, yang sempat mengebohkan dunia. Apalagi, dua wanita menarik ini sama-sama berasal dari Rusia.

Dalam menjalankan aksinya, Svechinskaya bekerja bersama 37 hacker lainnya.

Gadis berusia 21 tahun itu saat ini ditahan di New York. Svechinskaya memanfaatkan virus 'Zeus Trojan' dan malware lainnya untuk membajak komputer orang lain.

Lalu, secara rahasia, para hacker komplotannya memantau aktivitas komputer korban, mencuri nomor rekening bank dan password. Dengan modal itu, mereka lalu mengambil uang jutaan dolar dari rekening korban.

Seperti dimuat situs Daily Mail, Rabu 13 Oktober 2010, uang hasil curian itu lalu ditransfer ke ratusan rekening bank palsu milik perantara di Amerika Serikat yang menerima dan mencuci uang hasil kejahatan cyber.

Svechinskaya juga berperan sebagai perantara yang mendapatkan komisi 10 persen dari uang curian yang ditransfer oleh hacker lainnya.

Svechinskaya punya sedikitnya lima rekening atas nama sendiri dan beberapa alias, di antaranya Anastasia Opokina dan Svetlana Makarova.


http://media.vivanews.com/images/2010/07/21/93174_anna-chapman.jpg

Kini, si cantik nan seksi itu diancam pidana 40 tahun dalam sel yang dingin atas dugaan kasus persekongkolan pembobolan bank dan menggunakan paspor palsu.

Jaksa Manhattan, Preet Bharara, mengungkapkan era digital membawa serta banyak manfaat, tetapi juga banyak tantangan untuk penegakan hukum dan lembaga keuangan.

"Penangkapan ini menunjukkan, pembobol bank modern tak lagi memerlukan senjata, masker, atau mobil untuk melarikan diri seperti perampokan konvensional."

"Ini hanya memerlukan internet dan kecerdikan, hanya dalam sekejap mata dengan cara meng-klik mouse," ucapnya.

Minggu, 10 Oktober 2010

Para Aktivis Siapkan Aksi 20 Oktober

mediaindonesia.com
Minggu, 10 Oktober 2010 22:00 WIB
Penulis : Edy Asrina Putra


Para Aktivis Siapkan Aksi 20 Oktober

Adhie Massardi---MI/Ramdani/ip

JAKARTA--MICOM: Puluhan aktivis berkumpul di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta pada Minggu (10/10) sore. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak untuk menyelamatkan bangsa. Seruan itu tertuang dalam sebuah pernyataan yang dinamakan Maklumat 101010, sesuai dengan tanggal 10 Oktober 2010.

"Tanggal 101010 ini, kami nyatakan sebagai hari perlawanan. Mulai hari ini, kita tidak memerlukan lagi kata-kata tetapi tindakan. Bagaimana mengatasi kemiskinan bukan dengan retorika tapi dengan langkah-langkah nyata," ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi.

Adhie menilai pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah gagal mengemban amanat rakyat. "Indikator kegagalan itu adalah tidak adanya keberhasilan," tukasnya. Hampir di semua sektor, kata Adhie, tidak ada keberhasilan yang dicatat pemerintah. "Sebagai contoh, mengatur masalah sederhana seperti kompor saja tidak beres. Rasa aman juga tidak ada. Ketika rasa aman tidak ada, apalagi yang lain," ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cokro Wibowo mengatakan pemerintahan SBY-Boediono tidak layak dipertahankan. "Pemerintahan SBY-Boediono telah melanggar Pasal 34 UUD 1945, rakyat miskin tidak diperjuangkan. Program-program kemiskinan tidak berjalan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lalu Hilman juga menyoroti kegagalan pemerintahan SBY dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat. "Bicara kegagalan, secara ekonomi SBY telah gagal membangun industri nasional dan memberi kesejahteraan kepada rakyat. SBY gagal menjawab kebutuhan-kebutuhan rakyat," ungkap Lalu Hilman.

Acara itu juga dihadiri perwakilan dari sejumlah organisasi lainnya antara lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), serta perwakilan dari eksponen 98.

Pada 20 Oktober mendatang, para aktivis berencana menggelar aksi turun ke jalan. "Tanggal 20 nanti, kita akan mengadakan aksi turun ke jalan untuk menyatakan sikap," kata Adhie. Namun, ia belum dapat memastikan jumlah massa yang akan berpartisipasi dalam aksi yang akan digelar di dekat Istana Negara itu. "Hampir semua elemen nanti akan bergerak, tetapi kami belum tahu berapa jumlah totalnya." (Ide/OL-8)

Bookmark and Share