Kamis, 25 Februari 2010

Rani the Princess

ranihasna.wordpress.com

Ini adalah cerita tentang seorang bernama Rani,

adalah seorang gadis yang mencoba mencari cinta sejati…

adakah cinta sejati, datang pada dirinya…

ketika dia harus menjalani perkawinannya pada usia yang masih belia…

ketika seorang laki-laki mencoba menjalin cinta dengan dirinya, apakah memang itu cinta ?

ketika itu, usia belum genap lima belas tahun,

dia terima cintanya dengan kepolosannya,

dia balas cinta itu dengan sepenuh jiwa raga…

bahkan ketika itu dia tidak tahu rasa apa yang hinggap pada dirinya,

adakah itu cinta ?

adakah dia mencintainya ?

hanya dia tidak kuasa untuk menolaknya…

ketika seorang laki-laki mengharap pada dirinya,

adakah itu nafsu berkedok cinta….

dia terjebak didalamnya, tidak bisa dia membedakannya..

dia terhanyut dalam bujuk rayu, terlena …

Adalah laki-laki dengan segala sifatnya,

dia dapatkan apa yang ingin dia dapatkan, dari gadis yang telah menyerahkan cintanya..

tibalah saatnya, dia tinggalkan gadisnya, di kota kecil di sulawesi, tempat semua kisah berawal,

tidak ada kata, tidak ada ucap, pergilah laki-laki itu begitu saja

Rani, nama gadis itu,

perawakannya kecil, dengan rambut ikal dipotong pendek,

kulit muka yang halus, bukan karena polesan kosmetik atau perawatan di salon.

hidung mancung serasi dengan tulang pipinya….

gadis yang rupawan, walaupun dengan penampilan yang sangat bersahaja.

lahir di salah satu sudut pulau di Maluku, di lingkungan pabrik kayu lapis…

sang ibu ketika itu adalah seorang pekerja di pabrik kayu lapis,

menjalin cinta dengan seorang laki-laki yang ternyata sudah beristri..

kemudian menjadi istrinya yang kesekian…

kemudian memilih hidup sendiri, membesarkan anak gadisnya seorang diri..

memilih kembali ke kampung halamannya, di salah satu pulau kecil di sulawesi..

Rani, nama gadis kecil itu…

yang tumbuh menjadi gadis nan rupawan, dibalik sifatnya yang keras…

yang dibentuk oleh perjalanan hidupnya yang keras terpahat menjelma dalam sifatnya,

orang akan melihatnya sebagai gadis yang keras hati, tidak perduli dengan apa kata orang…

orang tidak melihatnya, ketika dia begitu tersentuh, dengan penderitaan orang lain, orang-orang kecil, orang-orang tidak berpunya..

Rani, nama gadis kecil itu,

akan selalu berbagi kepada mereka orang-orang kecil, orang-orang tidak berpunya, bahkan ketika tidak ada yang harus dibagi…

Pesta joget,

Satu-satunya hiburan yang ada dalam lingkungan, dimana dia tumbuh…

pesta joget, adalah satu-satunya hiburan yang ada dalam lingkungannya,…

dia tumbuh bersamanya, dia begitu menikmatinya, ataukah hanya karena tidak ada yang lain?

persta joget, senantiasa menyertai hajatan yang diadakan penduduk di kampungnya..

Rani, nama gadis kecil itu,

masih terlalu belia, ketika itu…

terhanyut dalam pesta joget, begitu menikmatinya,

dari satu tempat ke tempat lain, dia akan mendatanginya

Rani, masih terlalu belia, usia tiga belas tahun,

masih kelas satu smp, badan masih dalam pertumbuhan…

senantiasa mendatangi pesta joget, dari satu tempat ke tempat yang lain..

ketika sekolah mengetahuinya, diperingatilah dia, belum cukup umurnya…

Rani, wataknya yang keras, tidak memperdulikannya,

pesta joget, dia sudah hanyut di dalamnya,

sekolah mempringatkannya,

pesta joget, dia sudah hanyut di dalamnya, tak ada lagi yang bisa menghalanginya,

dikeluarkanlah dia dari sekolahnya, kelas satu smp…

Rani, masih terlalu belia, untuk mencerna pada apa yang telah menimpanya,

dia hanya menikmati pada apa yang bisa dia dapatkan…

pesta joget memberinya nikmat itu,

hal-hal lain, dia tidak mempedulikannya,

Rani, wataknya keras, cenderung tidak peduli pada sekitarnya…

menjalani hidupnya, dalam kegembiraan gadis belia,

kegembiraan yang dapat dia rengkuh dalam kebersahajaan hidupnya

Dalam salah satu pesta joget, bertemulah dia dengan seorang laki-laki,

Berkenalanlah mereka, semakin akrablah mereka,

Rani, dalam usianya yang mesih belia,

terlena dalam bujuk-rayuannya, dirajutlah cerita cinta yang indah dan menghanyutkannya.

semakin jauh , semakin dalam, semakin intens, kisah cinta dua anak manusia,

kisah cintanya, memberi warna pelangi pada hari-hari yang hampir monoton,

warna-warni warna pelangi, memberinya kebahagiaan, pada kebersahajaan hidupnya.

dan….

Pelangi adalah pelangi, hanya terlihat, tak tersentuh, tak tergapai…..

pelangi adalah pelangi, hanya sesaat terlihat, hanya sekelabatan, hanya sepintas,

pelangi adalah pelangi, bahkan kita tidak tahu keberadaannya, antara ada antara tiada,

Rani, dan kisah cintanya, begitu jua adanya, tidak ada kata tidak ucap......

Laki-laki itu telah pergi meninggalkannya.



Tidak ada komentar: